Sistem Hidroponik

Sistem Hidroponik

Terlepas dari apakah kita seorang petani yang sudah berpengalaman, atau mungkin seorang pemula yang sedang belajar dalam dunia berkebun, kita tidak perlui khawatir, kita akan menemukan sistem hidroponik yang ideal untuk membantu kita memiliki kebun yang ideal dalam bertani secara hidroponik.

Jenis sistem hidroponik meliputi:

·         Vertikal hidroponik Sistem

·         drip Sistem atau system tetes

·         N.F.T. (Nutrient Film Technique)

·         Ebb and flow atau system pasang surut

·         Aeroponik

·         Wick system atau system sumbu

Kita akan membedah satu persatu jenis system dalam hidroponik

VELTICULTURE

Teknik Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical. Dengan demikian penanaman dengan system vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman.

Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri, caisism, pack-choy, baby kalian, dan selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas.

Keunggulan Teknik Vertikultur :

  1. Hemat lahan dan air
  2. Mendukung pertanian organic
  3. Wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat
  4. Umur tanaman relative pendek
  5. Pemeliharaan tanaman relative sederhana
  6. Dapat dilakukan oleh siapa saja yang berminat

Sistem hidroponik irigasi

Sistem hidroponik irigasi atau drip adalah salah satu sistem yang paling sering digunakan dalam sistem tanam hidroponik di seluruh dunial. Hal tersebut dikarena sistem irigasi tetes merupakan konsep yang mudah dan juga membutuhkan sedikit bagian saja, sistem ini sangat fleksibel dan juga efektif dalam sistem hidroponik. Meskipun konsepnya sangat mudah, bukan berarti sistem ini membatasi imajinasi anda dalam membuat sistem irigasi tetes kita. Cara kerjanya adalah dengan cara meneteskan larutan nutrisi pada akar-akar tumbuhan yang anda tanam untuk menjaga tanaman tersebut tetap lembab.

System irigasi tetes sirkulasi

System irigasi tetes sirkulasi mengalirkan kembali nutrisi yang telah mengalir ke akar tanaman untuk kemudian kembali lagi kedalam bak penampung. Dengan system ini, memungkinkan naiknya PH air serta kepekatan nutrisi yang telah dialirkan ke akar tanaman sehingga bisa mempengauhi perkembangan tanaman. Perlu ketelitian kita untuk menjaga dan mengontrol keseimbangantrisi agar kebutuhan tanaman terpenuhi dan hasil tanaman menjadi maksimal.

System irigasi tetes Non sirkulsi

Penggunaan larutan nutrisi yang dialirkan dalam system ini yaitu hanya sekali saja karena tidak bersikulasi. Hal ini memungkinkan tanaman tumbuh secara maksimal karena larutan nutrisi yang telah membasahi media tanam akan lebih lama terkena akar tanaman. Namun perlu diketahui, bahwa penggunaan larutan nutrisi perlu dikontrol. Apabila terlalu sering, akan menjadikan media tanam terlalu lembab sehingga akar cepat busuk. Untuk mengatasinya, sering kita menggunakan timer untuk mengalirkan larutan nutrisi sehingga akar tanaman tetap terpenuhi kebutuhan akan nutrisi dan tidak terlalu lembab.

N.F.T. (Nutrient Teknik Film) Sistem
system ini bekerja dengan aliran larutan nurtrisiyang berjalan terus menerus mengenai akar tanaman. Larutan nutrisi dari tampungan dipompa naik keatas melalui pipa. Perlu di ingat bahwa larutan nutrisi yang mengalir hanya tipis atau tidak boleh menggenang melalui akar tanaman. Larutan nutrisi yang telah mengalir kemudian kembali lagi ke dalam bak penampung dan begitu seterusnya. Kelemahan dari system ini yaitu ketika listik padam. Akar tanaman yang tidak teraliri larutan nutrisi akan menjadi kering dan tanaman akan layu.

Ebb and flowpasang surut
system pasang surut bekerja dengan cara menggenangi zona akar dengan larutan nutrisi, dan kemudian larutan nutrisi kembali surut dan kembali kedalam bak penampung.

Proses ini biasanya dilakukan dengan pompa yang terendam di dalam bak penampung dan disambungkan dengan timer. Setelah timer menyala, pompa akan mengalirkan larutan nutrisi ke dalam pipa tanam dan akan mengenai ke zona akar. Setelah regulator menutup pompa akan mati, kemudian larutan nutrisi berjalan kembali ke bak penampung.

timer regulator dijadwalkan hidup berkali-kali setiap hari. Sama seperti sistem hidroponik lainnya, regulator waktu diatur berdasarkan jenis, ukuran vegetasi, kelembaban dan suhu. Faktor penentu lainnya adalah jenis media tumbuh yang telah kita gunakan, bersama dengan variabel lainnya.

Sistem aeroponik
Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran di udara tanpa penggunaan tanah, nutrisi disemprotkan pada akar tanaman, air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Air dan nutrisi disemprotkan menggunakan irigasi sprinkler.

Sayuran hasil budidaya dengan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, renyah, beraroma, dan disertai citarasa yang tinggi. Sayuran aeroponik dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas. Oleh karena itu, sistem aeroponik mulai banyak dikembangkan di Indonesia.

Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik adalah memberdayakan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayaakan air) karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut
wick system atau system sumbu

system sumbu bekerja dengan prinsip membagikan nutrisi ke tanaman melalui media air yang digenangkan dalam bak nutrisi. Nutrisi tersebut dibagikan ke tanaman melalui bantuan sumbu yang disambungkan dari netpot ke bak nutrisi. System sumbu adalah system yang paling mudah dilakukan ketika pertamakali belajar tentang hidroponik. Untuk pemenuhan oksigen dalam pertumbuhan tanaman, kita perlu rajin menggoyang-goyang bak penampung nutrisi untuk menghasilkan oksigen. Atau jika kita malas untuk melakukannya setiap hari, bisa diganti dengan mpenggunaan aerator sebagai penghasil oksigen.

Advertisements