Hidroponik

Tentang Hidroponik

Secara etimologi, hidroponik berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik dikenal juga sebagai budidaya tanaman tanpa tanah atau soilless culture. Hidroponik dapat berarti sebagai budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.
Dalam buku Sylva Sylvarum karangan Francis Bacin mengulas tentang kegiatan membudidayakan tanaman tanpa tanah pada tahun 1627. Setelah itu, teknik budidaya menggunakan air menjadi penelitian yang popular setelah itu. John Woodward menerbitkan percobaan dasar budidaya tanaman dengan media air dengan spearmint pada tahun 1699. Ia menemukan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih baik dari tanaman dengan air murni.
Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman disusun dalam daftar Sembilan elemen yang diyakini penting untuk perkembangan tanaman. Dalam perkembangannya,Hidroponik di klaim akan merevolusi pertanian. Teknik Hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi dikalangan masyarakat.

Jenis tanaman hidroponik

Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk di budidayakan dalam pertanian hidroponik yaitu :
    * paprika
    * Tomat
    * Timun jepang
    * Selada

Faktor-faktor yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman hidroponik

Sebelum memulai bertani dengan sistem hidroponik, ada baiknya kita perlu mengetahui beberapa faktor dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan hidroponik terlepas apakah anda sudah professional atau baru memulai cara bertani dengan sistem hidroponik ini.

Berikut adalah beberapa perlengkapan yang paling umum yang diperlukan di bidang pertanian hidroponik:
1. Faktor udara dan lingkungan : penyaring hama,perekat pipa, pengukur suhu, penyaring    sinar, kipas angin.
2. akseoris: timers, meteran,pompa air dan udara, system pipa, dan penjepit pipa
3. Pengontrol Lingkunganalat pengontrol suhu udara seperti CO2 generators.
4. Lampu : lampu LED
5. komponen dasar : tray semai, bak tamping, meja, pipa
6. penampung : digunakan dimana tnaman ditempatkan ( pot,rockwool dll )
7. Metode pengendalian hama : insectnet
8. Sistem yang akan dijalankan : NFT system, EBB-FLOW, DFT, dll. Tergantung dengan  sistem yang akan kita jalankan.
9. Greenhouse : Plastic UV, bambu, besi dll.

Dengan sedikit modal, kita sudah menjalankan pertanian dengan system hidroponik. Kita hanya perlu memilih system apa yang akan kita pilih dalam pertanian Hidroponik ini.
hal-hal yang mendukung berhasilnya pertanian hidroponik

a. Biaya yang dibutuhkan dalam system hidroponik

Dalam sistem hidroponik, kita harus memperhitungkan biaya yang disediakan dan dibutuhkan untuk membuat system ini berjalan. Pemilihan system yang digunakan sangat berpengaruh terhadap biaya yang akan dikeluarkan. Sebaiknya, untuk yang pertama kali menerapkan pertanian hidroponik, kita mulai dari yang paling sederhana terlebih dahulu. Setelah dirasa bias mempraktekannya, kita memulai dengan system yang lebih baik atau lebih besar .

b. Percobaan dan komitmen

Bagaimanapun, kita perlu mempelajari dasar-dasar pertanian hidroponik, cara semai,mencampur nutrisi, suhu air dan pemilihan tanaman yang akan ditumbuhkan. Tanaman yang ditanam satu dengan yang lain berbeda penanganan maupun kebutuhan nutrisi. Selain itu, kita harus komitmen dalam mempelajari seluruh system dalam hidroponik sampai kita bisa berhasil.

c. Cuaca

Sebenarnya pertanian dengan hidroponik tidak terpengaruh oleh musim. Kita bisa menanam tanaman apapun dimusim apapun. Akan tetapi,kita perlu mengetahui cuaca yang ada dilingkungan kita. Sebagai contoh, apabila sedang musim panas. Kita perlu memikirkan perlindungan tanaman dari sinar matahari yang panas. Jika musim dingain, kita juga perlu memikirkan perlengkapan yang cocok. Maka dari itu, sebenarnya kita perlu untuk membuat greenhouse agar tanaman bias terlindung saat musim berubah agar tanaman yang dihasilkan bias maksimal.

d. Lahan

Dalam pertanian hidroponik, lahan perlu diperhitungkan. Dalam pertanian hidroponik, kita bias memkasimalkan lahan yang ada di sekitar rumah kita. Lahan sempitpun sudah bias digunakan untuk mengembangkan pertaninan hidroponik. Luas lahan mempengaruhi hasil yang didapat atau hasil panen. Jika kita sudah merasa bisa dalam mengembangkan pertanian hidroponik, bisa dilanjutkan dengan menyediakan lahan yang lebih besar sehingga hasil yang didapat akan lebih banyak.

e. Apa yang akan ditanam

Setelah kita mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk memulai pertanian dengan hidroponik dan memilih system apa yang akan dilakukan, pemilihan jenis tanaman yang akan dikembangkan adalah factor terakhir yang kita pikirkan. Beberapa tanaman tidak membutuhkan hal yang spesifik untuk tumbuh. Sebagai contoh, kita bisa mengembangkan tanaman kangkung hanya dengan system guyur. Namun ada beberapa jenis tanaman yang membutuhkan perlakuan yang lebih detil atau system yang lebih baik. Seperti tomat atau paprika. Jenis ini lebih bagus menggunakan system drip dalam perkembangannya.

 

Hidroponik

HIDROPONIK

BAGAIMANA SISTEM HIDROPONIK BEKERJA

Pertanian hidroponik membutuhkan sedikitnya 4 hal agar bisa tumbuh dan berkembang. Factor tersebut yaiitu :
• Sinar
• Udara / oksigen
• Air
• Nutrisi
Dalam rangka untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan pertumbuhan yang baik, factor diatas harus dipenuhi pada sistem dalam proporsi yang tepat, jika empat factor tersebut tidak terpenuhi atau pas, akan berpengaruh terhadap hasil yang didapat bahkan beresiko gagal . Oleh karena itu, pengalaman dan latihan sangat berguna untuk mengembangkan pertanian hidroponik.
1. Sinar
Sinar / cahaya sangat berpengaruh dalam kehidupan tanaman. Cahaya bisa didapat dari sinar matahari. Namun dalam beberapa situasi, sinar matahari bisa diganti dengan cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED untuk berfotosintesis
lampu LED penumbuh tanaman sangat tepat untuk menaikkan produksi tanaman sayur-mayur maupun buah-buahan. Sejak pagi hingga sore hari tanaman akan mengandalkan proses photosintesanya pada cahaya matahari, dan pada sore hingga malam dapat memperoleh cahaya dari lampu LED. Dengan semakin lamanya proses photosintesa, tanaman akan semakin produktif secara ekonomi. Akan tetapi agar dapat tumbuh secara sehat, tanaman sebaiknya disinari matahari atau lampu LED dengan total penyinaran tidak melampui 14 – 16 jam setiap harinya.
2. Air
Tanaman memerlukan air untuk bertahan hidup dan selalu berkembang menghasilkan pohon yang lebih tinggi, menghasilkan buah, daun dan biji dengan sempurna. Tanpa adanya air, pertumbuhan tanaman akan terhambat dan menjadi kerdil. Kandungan air yang ada di dalam tumbuhan sekitar 80 persen dari berat kerung tanaman. Itulah mengapa air menjadi komponen dalam tumbuhan yang tidak dapat abaikan. Bahkan apabila akar tidak dapat menemukan air dalam jangka waktu lama, tumuhan dan dapat mengering dan kemudian mati karena kekurangan air.
Sifat Air yang Bermanfaat Untuk Tanaman
Air memiliki beberapa karakteristik dan sifat khusus sehingga menjadi salah satu komponen penting dalam seluruh kehidupan salah satunya pada tumbuhan. Beberapa sifat air yang dapat dimanfaatka oleh tumbuhan diantaranya adalah :
1. Memiliki Gaya Kohesi
Air memiliki sifat dengan gaya kohesi yang mampu mneyerap air secara vertikal pada tumbuhan. Kohesi memiliki tiga konsep yakni adanya perbedaaan potensi air antara tana dan atmosfer sehingga menjadi tenaga pendorong, memiliki tenaga hidrasi dinding pembuluh xylem, sehingga mampu mempertahankan molekul air terhadap gravitasi, dan yang terakhir yakni gaya kohesi antara molekul air dapat membantu menjaga keutuhan kolom air dalam pembuluh xylem.
2. Memiliki Gaya Adhesi
Gaya adhesi pada tumbuhan terjadi pada dinding xylem. Gaya adhesi pada tumbuhan mengakibatkan kapilaritas pada tumbuhan dan dapat menyebabkan naiknya cairan ke dalam tabung sempit tumbuhan.
3. Sifat Polaritas
Air memiliki sifat polaritas yang dapat memungkinkan air mengubah bentuknya setelah melewati xylem pada tumbuhan. Setelah melewati xylem, asir akan berubah menjadi bentuk tetesan karena sifat polaritas yang dimilikinya.
4. Sebagai Pelarut
Air dikenal sebagai yang sangat baik untuk tiga kelompok bhan biologis penting, yakni : bahan organik, ion ion bermuatan (K+, Ca2+, NO3) dan molekul kecil.
5. Menguap pada panas yang tinggi
Tumbuhan melakukan transpirasi pada dirinya sendiri untuk mengatur suhu pada tumbuhan. Transiprasi pada tumbuhan terjadi ketika air pada tumbuhan menguap ketika terjadi suhu tinggi pada tanaman.
Manfaat air Bagi Tumbuhan
Tumbuhan memerlukan air untuk melakukan beberapa kerja tumbuhan dan untuk berbagai proses yang dilakukan oleh tumbuhan. Salah satu manfaat air bagi tumbuhan yakni digunakan untuk melakukan fotosintes. Fotosintesis ini nantinya akan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan makhluk hidup. Selain melakukan proses fotosintesis, air memiliki beberapa fungsi penting lain untuk kehidupan tumbuhan, diantaranya :
1. Sebagai komponen utama dalam proses fotosintesis dan trasnpirasi pada tumbuhan. Air menjadi sumber energi dalam proses fotosintesis. Banyaknya energi pada proses fotosintesis menyebabkan kebutuhan tumbuhan pada ir menjadi tinggi.
2. Air merupakan senyawa yang berfungsi dalam pembentukan protoplasma.
3. dapat bekerja sebagai pelarut zat hara dalam proses masuknya mineral dari tanah ke dalam tanaman serta mendistribusikannnya keseluruh bagian tumbuhan.
4. sebagai senyawa untuk proses reaksi metabolik tumbuhan.
5. Bekerja sebagai reaktan yang bekerja pada beberapa reaksi pada proses metabolisme.
6. Bekerja sebagai penghasil tenaga mekanik pada proses pembesaran dan pembelahan sel.
7. Menjaga turgiditas sel agar tetap terjaga.
8. Sebagai senyawa yang dapat mengatur mekanisme pergerakan untuk membuka dan menutup stomata pada tumbuhan.air dapat bekerja sebagai sistem hidrolik dan dapat menimbulkan turgor pada dinding sel karena memberikan tekanan pada sel tanaman.
9. Memperpanjang sel tumbuhan, dan sebagai bahan untuk berbagai kegiatan tumbuh dan berkembangnya tumbuhan.
10. Membantu proses respirasi tumbuhan.
11. Media pengangkut dan memindahkan hasil proses fotosintesis.
12. Mejadi media dalam proses berlangsungnya biokimia, karena air merupakan zat pelarut yang sangat baik dalam proses biokimia.
13. Mengatur suhu pada tumbuhan agar tetap stabil, karena air memiliki panas jeis yang tinggi dan dapat mengatur panas pada tumbuhan.
Hampir segala proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan memerlukan air. Segala detail kegiatan yang dilakukan oleh tumbuhan selalu ada peran air di dalamnya. Dapat diayangkan apabila air yang dibutuhkan oleh tumbuhan tidak tersuplai dengan baik.
Akibat kekurangan air bagi tumbuhan
Karena pentingnya senyawa air, maka antara air dan kehidupan terlebih bagi tumbuhan tidak dapat dipisahkan. Beberapa hal yang dapat ditimbulkan apabila tumbuhan kekurangan air yakni :
1. Tanaman dapat menjadi lemah apabila keurangan air. Pertumbuhan dapat terganggu karena kekurangan energi yang dibawa oleh air.
2. Tanaman akan menjadi layu dan tidak tega lagi, dikarenakan turgor pressure pada tumbuhan akan berkurang.
3. Mineral dari tanah tidak dapat naik ke dalam batang dan tidak dapat diserap oleh akar. Karena kekurangan air, maka akan menyebabkan juga tumbuhan kekurangan mineral yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman
4. Kesehatan tumbuhan akan terganggu karena hasil fotosintesis tidak diangkut dengan baik ke seluruh bagian tumbuhan. Segingga dapat mengakibatkan penurunan keehatan pada akar dan tumbuhan.

3. Udara / oksigen
Udara merupakan kumpulan berbagai macam gas. Komponen Gas Penyusun Atmosfer adalah lapisan udara yang melingkupi sebuah planet, termasuk Bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Udara merupakan kumpulan berbagai macam gas gas Simbol Volume Nitrogen N278.08 OksigenO220.95 ArgonAr0.93 KarbondioksidaCO20.035 NeonNe0.0018 MethanCH40.00017 HeliumHe0.0005 HidrogenH20.000009 XenonXe0.000004

Tumbuh-tumbuhan termasuk makhluk hidup yang memerlukan udara terutama oksigen dalam proses kehidupannya. Prose pernafasan berlaku sepanjang hari baik malam maupun siang hari. Oksigen diserap melalui stomata dan dikeluarkan juga tetap dalam bentuk karbon dioksida.
Pada siang hari, tumbuh-tumbuhan menyerap karbondioksida dengan bantuan sinar matahari dan klorofil (zat warna dalam daun) pada proses fotosintesis. Penyerapan gas CO2 (karbon dioksida ) pada proses fotosintesis berasal dari udara (0,3-0,4 %) ditambah dengan CO¬2 hasil pernafasan oleh tumbuhan. Gas CO¬2 yang diserap kemudian akan melepaskan gas oksigen sebagai hasil sampingan dari proses asimilasi (atau proses fotosintesis)

4. Nutrisi
Apa yang di maksud dengan nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik? Dalam sistem hidroponik tanah tidak digunakan sebagai media tumbuh, tetapi diganti dengan media lain seperti arang sekam, cocopeat atau material lainnya selain tanah. Media tanam tersebut tidak mengandung unsur hara yang cukup oleh sebab itu kita harus memberikannya kepada tanaman melalui pupuk (dalam hidroponik istilah pupuk disebut juga nutrisi hidroponik). Kita harus menghitung secara cermat jumlah dari masing-masing unsur hara sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Bagi Anda yang menyukai sistem budidaya secara hidroponik, baik komersial maupun hanya sekedar hobi, Anda tidak usah repot dengan semua hitungan-hitungan tersebut karena Anda bisa menggunakan pupuk siap pakai yaitu pupuk NUTRISI HIDROPONIK A&B MIX.
5.
6. Nutrisi hidroponik ini adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengadung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis dan fase pertumbuhan tanaman. NUTRISI HIDROPONIK tersedia untuk berbagai jenis tanaman seperti paprika atau cabai, tomat, melon, timun, terong, selada, anggrek, mawar, krisan, anturium dan lain-lain.
7. Komposisi Nutrisi Hidroponik
8. Satu set nutrisi hidroponik terdiri dari 2 kantong yaitu kantong A dan kantong B. Adapun kandungannya adalah 9.90% NO3, 0.48% NH4, 4.83% P2O5, 16.50% K2O, 2.83% MgO,11.48% CaO, 3.81% SO3, 0.013% B, 0.025% Mn, 0.015% Zn, 0.002% Cu, 0.003% Mo dan 0.037% Fe, atau tergantung dari jenis tanamannya, setiap tanaman mempunya formulasi kandungan yang berbeda-beda.
KEUNTUNGAN BERTANI HIDROPONIK
• Hasil dengan kualitas yang tinggi dan lebih panen lebih cepat karena larutan nutrisi langsung terserap oleh akar.
• Tanaman berproduksi sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim
• Menghemat air karena campuran nutrisi dan air dapat dipakai lagi
• Tidak ada risiko hama tanah-dengan begitu biaya untuk membeli pestisida dapat dihilangkan.
• tanaman diambil dan dikonsumsi pada usia yang tepat atau sesuai kebutuhan sehingga menghindari paparan gas yang digunakan dalam pengemasan dan transportasi.
Kerugian dari Hidroponik
• Listrik – penggunaan tenaga listrik diperlukan untuk menjalankan mesin atau pompa yang digunakan untuk menyuplai larutan nutrisi, dan apabila terjadi pemadaman listrik yang lama, tanaman akan layu sampai mati. Bila itu terjadi perlu dilakukan penyiraman secara manual. Tentu hal ini sangat merugikan.
• Pemeliharaan – kebun Hidroponik memerlukan ketelatenan,ketelitian sehingga memakan banyak waktu yang kita butuhkan untuk mengelola serta memiliki biaya operasi yang lebih tinggi dari pertanian konvensional.
• Penyebaran penyakit – tanaman dalam system hidroponik seperti NFT dan DFT,mengharuskan nutrisi untuk berbagi antara satu tanaman dengan tanaman lainnya dalam satu modul sehingga apabila satu tanaman terkena penyakit, tidak menutup kemungkinan tanaman lainnya akan ikut terserang, tidak seperti kebun berbasis tanah.
• Pengetahuan – jika kita memutuskan untuk bertani hidroponik, kita perlu pengetahuan yang cukup dalam memberikan komposisi yang pas serta komponen-komponen yang dibutuhkan tanaman.
• Biaya – Peralatan yang dibutuhkan dalam pertanian Hidroponik tergolong mahal, dan biaya merakit modul lebih besar daripada kebun yang berbasis tanah.

Sistem Hidroponik

Sistem Hidroponik

Terlepas dari apakah kita seorang petani yang sudah berpengalaman, atau mungkin seorang pemula yang sedang belajar dalam dunia berkebun, kita tidak perlui khawatir, kita akan menemukan sistem hidroponik yang ideal untuk membantu kita memiliki kebun yang ideal dalam bertani secara hidroponik.

Jenis sistem hidroponik meliputi:

·         Vertikal hidroponik Sistem

·         drip Sistem atau system tetes

·         N.F.T. (Nutrient Film Technique)

·         Ebb and flow atau system pasang surut

·         Aeroponik

·         Wick system atau system sumbu

Kita akan membedah satu persatu jenis system dalam hidroponik

VELTICULTURE

Teknik Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical. Dengan demikian penanaman dengan system vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman.

Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri, caisism, pack-choy, baby kalian, dan selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas.

Keunggulan Teknik Vertikultur :

  1. Hemat lahan dan air
  2. Mendukung pertanian organic
  3. Wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat
  4. Umur tanaman relative pendek
  5. Pemeliharaan tanaman relative sederhana
  6. Dapat dilakukan oleh siapa saja yang berminat

Sistem hidroponik irigasi

Sistem hidroponik irigasi atau drip adalah salah satu sistem yang paling sering digunakan dalam sistem tanam hidroponik di seluruh dunial. Hal tersebut dikarena sistem irigasi tetes merupakan konsep yang mudah dan juga membutuhkan sedikit bagian saja, sistem ini sangat fleksibel dan juga efektif dalam sistem hidroponik. Meskipun konsepnya sangat mudah, bukan berarti sistem ini membatasi imajinasi anda dalam membuat sistem irigasi tetes kita. Cara kerjanya adalah dengan cara meneteskan larutan nutrisi pada akar-akar tumbuhan yang anda tanam untuk menjaga tanaman tersebut tetap lembab.

System irigasi tetes sirkulasi

System irigasi tetes sirkulasi mengalirkan kembali nutrisi yang telah mengalir ke akar tanaman untuk kemudian kembali lagi kedalam bak penampung. Dengan system ini, memungkinkan naiknya PH air serta kepekatan nutrisi yang telah dialirkan ke akar tanaman sehingga bisa mempengauhi perkembangan tanaman. Perlu ketelitian kita untuk menjaga dan mengontrol keseimbangantrisi agar kebutuhan tanaman terpenuhi dan hasil tanaman menjadi maksimal.

System irigasi tetes Non sirkulsi

Penggunaan larutan nutrisi yang dialirkan dalam system ini yaitu hanya sekali saja karena tidak bersikulasi. Hal ini memungkinkan tanaman tumbuh secara maksimal karena larutan nutrisi yang telah membasahi media tanam akan lebih lama terkena akar tanaman. Namun perlu diketahui, bahwa penggunaan larutan nutrisi perlu dikontrol. Apabila terlalu sering, akan menjadikan media tanam terlalu lembab sehingga akar cepat busuk. Untuk mengatasinya, sering kita menggunakan timer untuk mengalirkan larutan nutrisi sehingga akar tanaman tetap terpenuhi kebutuhan akan nutrisi dan tidak terlalu lembab.

N.F.T. (Nutrient Teknik Film) Sistem
system ini bekerja dengan aliran larutan nurtrisiyang berjalan terus menerus mengenai akar tanaman. Larutan nutrisi dari tampungan dipompa naik keatas melalui pipa. Perlu di ingat bahwa larutan nutrisi yang mengalir hanya tipis atau tidak boleh menggenang melalui akar tanaman. Larutan nutrisi yang telah mengalir kemudian kembali lagi ke dalam bak penampung dan begitu seterusnya. Kelemahan dari system ini yaitu ketika listik padam. Akar tanaman yang tidak teraliri larutan nutrisi akan menjadi kering dan tanaman akan layu.

Ebb and flowpasang surut
system pasang surut bekerja dengan cara menggenangi zona akar dengan larutan nutrisi, dan kemudian larutan nutrisi kembali surut dan kembali kedalam bak penampung.

Proses ini biasanya dilakukan dengan pompa yang terendam di dalam bak penampung dan disambungkan dengan timer. Setelah timer menyala, pompa akan mengalirkan larutan nutrisi ke dalam pipa tanam dan akan mengenai ke zona akar. Setelah regulator menutup pompa akan mati, kemudian larutan nutrisi berjalan kembali ke bak penampung.

timer regulator dijadwalkan hidup berkali-kali setiap hari. Sama seperti sistem hidroponik lainnya, regulator waktu diatur berdasarkan jenis, ukuran vegetasi, kelembaban dan suhu. Faktor penentu lainnya adalah jenis media tumbuh yang telah kita gunakan, bersama dengan variabel lainnya.

Sistem aeroponik
Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran di udara tanpa penggunaan tanah, nutrisi disemprotkan pada akar tanaman, air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Air dan nutrisi disemprotkan menggunakan irigasi sprinkler.

Sayuran hasil budidaya dengan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, renyah, beraroma, dan disertai citarasa yang tinggi. Sayuran aeroponik dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas. Oleh karena itu, sistem aeroponik mulai banyak dikembangkan di Indonesia.

Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik adalah memberdayakan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayaakan air) karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut
wick system atau system sumbu

system sumbu bekerja dengan prinsip membagikan nutrisi ke tanaman melalui media air yang digenangkan dalam bak nutrisi. Nutrisi tersebut dibagikan ke tanaman melalui bantuan sumbu yang disambungkan dari netpot ke bak nutrisi. System sumbu adalah system yang paling mudah dilakukan ketika pertamakali belajar tentang hidroponik. Untuk pemenuhan oksigen dalam pertumbuhan tanaman, kita perlu rajin menggoyang-goyang bak penampung nutrisi untuk menghasilkan oksigen. Atau jika kita malas untuk melakukannya setiap hari, bisa diganti dengan mpenggunaan aerator sebagai penghasil oksigen.

Hidroponik

Apa Itu Hidroponik

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani kuno, dari kata “hydro” yang berarti air dan ponos” yang berarti kerja.Oleh karena itu, pertanian sistem hidroponik merupakan praktek pertanian di mana budidaya tanaman dilakukan tanpa menggunakan tanah.

Tanaman ditanam dalam mineral (air) tanpa tanah. Pertanian dengan sistem seperti ini sudah dipraktekkan oleh suku Babilonia pada jaman dahulu.

Seiring berjalannya waktu semakin banyak kemajuan yang dibuat dalam teknologi petanian sistem hidroponik  dan telah banyak diterbitkan buku yang mendokumentasikan teknologi tersebut.

Sejarah Sistem Hidroponik

Tapi terobosan nyata datang pada tahun 1937 ketika Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley menganjurkan masyarakat untuk pertanian tanah kurang subur yang akan digunakan untuk tujuan komersial.

Frederick adalah orang yang memberikan praktek pertanian tanah kurang subur ini dengan nama sistem Hidroponik .

Merangkul praktek ini membantu dengan cara yang hebat untuk memecahkan banyak masalah yang sebelumnya dianggap sangat menantang, NASA bahkan pergi ke langkah yang lebih besar dan sampai sekarang terus untuk penelitian dan mengembangkan teknik untuk tumbuh makanan di Mars dan membuat hidup ada kemungkinan.

Juga selama Perang Dunia II, penemuan yang menakjubkan ini digunakan untuk memberi makan tentara yang berada interior dalam di Kepulauan Pasifik sejak pertanian tanah tidak pernah bisa bekerja di sana.

pertanian sistem hidroponik

BAGAIMANA SISTEM hidroponik PERTANIAN KERJA?

Sebuah sistem hidroponik terdiri dari tiga komponen penting yaitu:

• Cahaya

• Air

• Air (nutrisi)

Dalam rangka untuk menghasilkan hasil yang tinggi dan untuk pertumbuhan yang kuat baik, komponen ini harus diberikan kepada sistem dalam proporsi yang tepat, jika risiko kegagalan total dari seluruh sistem akan sangat incumbent, oleh karena itu, pengalaman berguna hidroponik saat berlatih .

Cahaya

Cahaya adalah komponen yang paling penting dalam kehidupan tanaman dan dalam hal ini, dapat disediakan oleh cahaya tumbuh atau matahari.

Lampu tumbuh hanyalah sebuah replika alami sinar ultra-violet matahari yang persyaratan utama dalam proses fotosintesis.

Komponen dari cahaya tumbuh

  1. Lamp The – ini adalah sumber cahaya yang tersedia sebagai Cahaya biru (metal halide), Red light (tekanan tinggi natrium) dan spektrum Ganda.

    Cahaya biru membantu tanaman dalam pertumbuhan vegetatif selama tahap awal dalam hidupnya, sedangkan lampu merah digunakan oleh tanaman selama tahap berbunga / berbuah.
    Terbaik hidroponik atau sistem pencahayaan.

    spektrum ganda tidak spesifik dan mencakup seluruh siklus hidup tanaman. Distributor menjual lampu dari peringkat daya yang berbeda dan satu dapat memilih salah tergantung pada skala produksi dan jumlah cahaya yang dibutuhkan.

    Anda dapat menemukan mereka berkisar antara 0.5kW-1kW di berikut spesifikasi-250W / 400W / 600W / 750W / 1000W.

    Reflector The – Sama seperti namanya, pekerjaan utama komponen ini adalah untuk memantulkan cahaya yang berarti tergantung pada desain dan ukuran mengontrol daerah yang selimut didistribusikan dan juga intensitas cahaya yang memberikan.

    3. Ballast – ini adalah ‘kokpit’ dari sistem pencahayaan.

    Ini rumah semua komponen yang diperlukan listrik dan elektronik yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu dan juga regulator saat ini yang mengontrol jumlah arus yang disuplai ke lampu, maka, melindunginya dari kerusakan dan yang paling penting yang mengatur jumlah cahaya lampu memancarkan.
    Electronic Ballast 1000W Untuk Hidroponik

    ballast efektif memperpanjang umur panjang lampu karena mengandung pelindung gelombang yang melindungi bola lampu selama kekuatan gelombang.

    Dalam era ini, hampir semuanya sedang berubah dari standar lama (analog) sistem untuk sistem digital.

    Sehingga memiliki ballast digital lebih ekonomis dan menguntungkan daripada memiliki satu standar.

    Hal ini karena ballast digital memiliki saklar sepeser pun-bisa yang berarti bahwa arus keluaran dapat diatur untuk jumlah yang diinginkan.

    Dalam kasus Anda kebetulan untuk mengubah lampu ke yang lebih tinggi atau peringkat yang lebih rendah, Anda tidak perlu membeli ballast baru tapi hanya menyesuaikan beralih ke output yang diinginkan.

    Kelemahan utama dari ballast adalah bahwa hal itu sangat eksotermis, dan ini bisa berbahaya; maka, itu harus ditempatkan di tempat yang aman jauh dari anak-anak dan hal-hal lain yang dapat dirugikan oleh panas.

  2. Air / Gizi

    Ini sekarang adalah sistem Hidroponik utama karena ini adalah apa yang memberikan campuran air / nutrisi penting ke pabrik. Hal ini disediakan oleh sistem hidroponik, tumbuh dan larutan nutrisi.

    sistem yang berbeda yang tersedia mendukung baik pemula dan berpengalaman.

    Misalnya, ada Teknik Nutrient Film (NFT) di mana akar tanaman yang terkena daripada ditanam di substrat dan Sistem Wilma mana akar dipegang oleh substrat.
    NFT Gizi FilmTechnique

    Persyaratan utama dari larutan nutrisi / air Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dan mikro-nutrisi lain, solusi ini adalah salah satu yang menyediakan tanaman dengan nutrisi yang diperlukan, sehingga proporsi yang benar adalah sangat penting.

    Ada dua jenis campuran: “Tumbuh” yang diberikan kepada tanaman muda dan mereka yang tidak bunga atau buah, dan “Bloom” yang diberikan pada berbunga dan tahap berbuah.

    pH (ukuran keasaman / kebasaan) dan tingkat Listrik Konduktivitas / EC (ukuran kekuatan dari larutan nutrisi) perlu diuji secara teratur dengan menggunakan pena pH dan EC pena.

    Udara

    Ini adalah komponen akhir, dan itu disediakan oleh sirkulasi (fan dan filter) sistem. Umumnya tanaman memperoleh 75% dari persyaratan dari karbon (iv) oksida ditemukan di udara, sehingga udara merupakan sumber yang sangat penting dari nutrisi.

    Sebuah kipas mengontrol sirkulasi udara dan kelembaban, sedangkan filter menghilangkan bau tanaman. Kurangnya kontrol yang tepat dari komponen ini, dapat menyebabkan penyakit dan terhambat atau kurangnya pertumbuhan.

    Manfaat hidroponik

    Manfaat Hidroponik

    Hasil yang lebih tinggi dan lebih cepat tingkat-ini pertumbuhan adalah karena larutan nutrisi dalam kontak langsung dengan zona akar.

    2. Memfasilitasi produksi makanan sepanjang tahun bulat.

    3. Menghemat air sejak campuran nutrisi / air daur ulang.

    4. Tidak ada resiko hama tanah-ditanggung maka pestisida biaya dieliminasi.

    5. Makanan diambil dan dikonsumsi pada usia yang tepat sehingga menghindari paparan gas yang digunakan dalam pengemasan dan transportasi.

  3. Pertanyaan yang sering diajukan

    Telah ada banyak berdebat apakah tomat hidroponik tumbuh rasanya sama seperti tanah tumbuh, dan kebenaran adalah bahwa tidak ada perbedaan dalam rasa sama sekali.

    Orang juga bertanya-tanya apakah hidroponik tumbuh makanan dapat diklasifikasikan sebagai organik, dan jawabannya tidak.

    orang lain juga bertanya-tanya apakah tenda tumbuh adalah suatu keharusan dalam Hidroponik, baik, tumbuh tenda membantu dalam menciptakan sistem yang disesuaikan dan yang paling penting mengatur jumlah cahaya yang mencapai tanaman.

    Kadang-kadang orang bertanya pada diri sendiri di mana untuk menempatkan sistem Hidroponik, jawabannya adalah bahwa sistem dan skala produksi adalah penentu utama lokasi.

    Kerugian dari Hidroponik

    Listrik – Hal ini diperlukan oleh mesin yang memberikan tanaman larutan nutrisi, dan dalam kasus pemadaman listrik yang berkepanjangan tanaman akan mati. Ini panggilan untuk penyiraman pengguna yang membosankan.

    Pemeliharaan – Hidroponik kebun panggilan untuk reguler cenderung sehingga memakan banyak waktu dan memiliki biaya operasi yang lebih tinggi.

    Penyebaran penyakit – Sejak tanaman ini berbagi larutan nutrisi penyakit yang terbawa air dapat menyebar dengan sangat cepat ke seluruh kebun Hidroponik, tidak seperti kebun berbasis tanah.

    Pengetahuan – Ini adalah praktik yang perlu pengetahuan teknis dalam rangka memberikan proporsi yang tepat dari komponen yang diperlukan.

    Biaya – Peralatan yang dibutuhkan di Hidroponik mahal, dan biaya setup lebih daripada kebun berbasis tanah.

    Kesimpulannya, Hidroponik menyediakan platform untuk pertumbuhan makanan atau rumah tangga tanaman seperti bunga dan semak-semak. Ini adalah praktek yang menarik yang akan membuat Anda merasa besar ketika Anda berhasil!